Heboh! Makan dan Minum di Jepara, Wanita ini Ditarik Bayaran Lebih dari...

Heboh! Makan dan Minum di Jepara, Wanita ini Ditarik Bayaran Lebih dari 2.3 Juta Rupiah!

2052
SHARE

33

Jepara memang fenomenal.

Sebelumnya kota ini terkenal sebagai awal mula dari trend “Om Telolet Om”.

Tapi belum sampai di situ saja, kini juga terkenal dengan sebutan kuliner termahal di Indonesia.

Bagaimana tidak, untuk minum dua teko es jeruk saja harganya mencapai 190 ribu.

Itu sama saja dengan satu teko es jeruk dihargai Rp 95 ribuan.

Yang aneh justru ada pesanan di nota bagian bawah bertuliskan satu teko es jeruk Rp 59.500.

Kejadian tersebut di unggah oleh Akun Facebook bernama Aizzatun Nada, ia mengunggah nota makan siang di Pantai Bandengan.

Nominal totalnya bikin melongo karena mencapai 2,3 juta rupiah!

Akun Aizzatun Nada mengunggah foto nota – Facebook/ryzka.rahmawan

Dikutip dari laman Facebook Info Seputar Jepara, Aizzatun seorang warga kudus mengeluh setelah berwisata kuliner bersama keluarganya di Pantai Bandengan Jepara (25/12) kemarin.

Dirinya mengeluh karena harga makanan yang tergolong sangat mahal.

Saat itu dirinya membeli makanan di warung gazebo milik bu RIYANTI di Pantai Bandengan.

Harga rincian makanan seperti berikut ini.

2 teko es jeruk di jual seharga rp.190.000 ,

2 teko es teh seharga Rp. 90.000

1 teko teh hangat Rp. 49.500

3 kerang tumis Rp. 195.000

20 ikan kakap Rp. 1.200.000

2 ikan kerapu Rp. 250.000

4 bakul nasi Rp. 238.000

1 rokok LA Rp. 23.000

1 teko es jeruk 59.500

Dengan total Rp. 2.304.000

Plang Rumah Makan – Facebook.com/InfoSeputarJepara

Demi menindak lanjuti hal ini, Pemkab Jepara melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara melαkukαn pembinaan dengan para pedagang kuliner di Pantai Bandengan Selasa Pagi (27/12/16).

Masih dari laman Facebook Info Seputar Jepara, Kasi Destinasi Pariwisata Kab. Jepara Nadjamudin Eka Sasmaka memberikan penjelasan bahwa sebelum adanya keluhan pengunjung terkait harga makanan mahal, pihaknya sudah sering kali mengingatkan para pedagang.

Dalam setiap pertemuan atau pembinaan disampaikan kepada PKL untuk mencantumkan daftar harga disetiap daftar menu, sehingga pengunjung bisa melihat harga dan menyesuaikan dengan keuangannya.

Sayang, banyak pedagang yang mengabaikannya.

Karena kasus ini, akhirnya pedagang diwajibkan untuk menuliskan harga setiap menu makanannya.

Jika tidak maka akan ditutup izin usahanya oleh Dinas Pariwisata.

Hal ini dilakukan agar nama Jepara tidak tercoreng karena hal-hal seperti ini.

Cerita ini langsung viral dan menyebar di media sosial.

Banyak netizen yang menyayangkan hal ini.

Padahal Indonesia sedang menggiatkan promosi di bidang pariwisata Wonderful Indonesia, hal seperti ini biasanya menjadi hal yang sensitif bagi para wisatawan.

Semoga hal ini buat pelajaran, agar hal serupa tidak terjadi lagi ya. (*)